Merauke — Ikut andil untuk mencerdaskan pelajar diwilayah perbatasan RI-PNG, anggota Pos Kout Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW Kostrad turut membagi ilmunya dengan membantu menjadi guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Negeri 1 Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu(30/10/2019).


Pendidikan keagamaan merupakan bekal penting dalam menumbuhkan dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kekurangan guru mata pelajaran PAI di SMK Negeri 1 Sota menjadi kendala pihak sekolah dalam memberikan hak pelajaran bagi siswa yang beragama Islam.


Kepala Sekolah SMK N 1 Sota Arnoldus Asgon membenarkan, bahwa disekolahnya saat ini guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sedang kosong, dengan adanya program mengajar dari Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad, tentunya sangat membantu mengatasi kendala yang sekolah hadapi dalam memberikan hak pelajaran bagi siswa-siswi yang beragama Islam.


"Saya mewakili seluruh dewan guru mengucapkan terimakasih banyak kepada bapak-bapak TNI yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu kepada siswa-siswi kami yang beragama Islam, dengan adanya program dari Satgas tentunya sangat membantu kami," ucap Kepala sekolah.


Sementara itu ditemui usai memberikan pelajaran Serma Catur Budi S yang menjadi guru PAI, mengatakan dirinya sangat senang dapat berbagi ilmu yang dimilikinya, dengan berbekal pengetahuan mengajar saat pratugas di home base, dan buku pelajaran PAI yang diberikan dari pihak sekolah, harapannya dapat membantu siswa meraih nilai pada mata pelajaran tersebut," tambah Serma Catur.


Ditempat terpisah Wadansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu program Satgas dibidang pendidikan, selain melaksanakan tugas pokoknya menjaga keamanan diwilayah perbatasan RI-PNG, juga turut serta untuk membantu kekurangan tenaga pendidik disekolah perbatasan.


"Ketika pra tugas dihome base, para prajurit telah dibekali pengetahuan sebagai tenaga pengajar, sehingga secara pengetahuan dan mental dirasa sudah siap. Oleh karenanya bekal yang mereka dapatkan, diaplikasikan untuk membantu mengajar di sekolah-sekolah yang ada di daerah penugasan ini baik di Paud, SD, SMP dan SMK," pungkasnya.