Merauke — Dalam rangka Hari Buku Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Mei, Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW Kostrad Pos Yanggandur membagikan buku bacaan kepada anak-anak Papua bertempat di Kampung Yanggandur, Distrik Sota.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Senin(18/5/2020).

Dansatgas mengungkapkan, Hari Buku Nasional merupakan sebuah perayaan untuk memperingati pentingnya budaya membaca. Diperingati tanggal 17 Mei yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan, Abdul Malik Fadjar pada tahun 2002 dengan berdasarkan
berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 17 Mei 1980.

Lanjutnya, dalam rangka memperingati
Hari Buku Nasional (Harbuknas) tahun 2020 ini, personel Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad mengadakan kegiatan sederhana berupa membagikan buku bacaan kepada anak-anak Papua di perbatasan RI-PNG.

"Yakni personel Pos Yanggandur Serka Supriyadi bersama 5 orang anggotanya membagikan buku bacaan kepada anak-anak SD YPPK Yanggandur yang sedang belajar dirumah karena dampak pandemi Covid-19 pada hari Senin(18/5) pagi," ucapnya.

Sambungnya, setelah membagikan buku bacaan yang terdiri dari buku pelajaran sekolah dan cerita rakyat, Serka Supriyadi berdongeng yang bertema motivasi untuk meraih cita-cita bagi anak-anak Papua.
 
"Semoga kegiatan sederhana ini membawa manfaat baik ditengah pandemi virus corona yang mengharuskan anak-anak sekolah belajar dirumah," tuturnya.

Lanjutnya, cara seperti ini diharapkan dapat menimbulkan kebiasaan dan membawa dampak positif bagi anak sekolah terutama dalam meningkatkan minat baca (literasi).

Sementara itu, Danpos Yanggandur Serka Supriyadi mengatakan, pemberian buku bacaan tersebut sebagai peringatan Harbuknas tahun 2020 secara sederhana guna menanamkan cinta membaca kepada anak-anak usia sekolah dasar disekitar pos.

"Biasanya setiap satu bulan sekali kita mendatangkan Mobil Pintar Perpustakaan Keliling yang merupakan inovasi Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad untuk menghadirkan jendela dunia diperbatasan, namun ditengah pandemi Covid-19 kita hanya bisa mengadakan dengan cara sederhana seperti ini," pungkas Danpos.